> Di suatu wawancara, Fadli Zon blg kasus pemerkosaan massal 98 cuma cerita, rumor, gaada bukti, gapernah ada di buku sejarah
> Pertanyakan laporan TGPF yg cuma sebut angka, gaada nama korban, tempat, pelaku
> Dinilai menolak fakta sejarah, perpanjang impunitas, budaya denial
> Laporan resmi TGPF 1998 (bentukan Habibie): ada 52 kasus pemerkosaan, sebagian besar korban adalah Tionghoa
> Presiden Habibie nerima laporan, mengakui & mengutuk kasus tsb dlm pidatonya Agustus 1998
(2/4)
> dr situ jg dibentuk Komnas Perempuan (Kepres 181 1998)
> Byk jg yg angkat lg kasus Ita Martadinata, aktivis HAM & pendamping korban pemerkosaan 98 yg dibunuh sebelum ke US utk beri kesaksian
> Byk yg ngingetin klo di 98 jg tokoh2 politik & militer nyangkal kasus ini
(3/4)
> Laporan Coomaraswamy dr PBB yg nyelidik kasus di 1998: byk korban dpt ancaman pembunuhan, perkosaan, mutilasi, agar bungkam. Pemerkosaan terjadi luas di bbrp kota
> Fadli Zon klarif: gak nyangkal adanya pemerkosaan, tp nyoroti istilah "massal". Harus hati2 dlm akademik
(4/4)